Pengikut

sELamAt DatAnG






Selasa, 5 Oktober 2010

Lost Contact dgn "cinta" saya




Dah merancang bercuti di sebuah kawasan air terjun bersama rakan-rakan.. aku  akan membuat persiapan sehabis baik untuk memastikan segala kelengkapan percutian berada dalam senarai..
…kamera digital(snap the best moment)
…shelltox untuk spray nyamuk..
…pakaian yang sesuai dan peralatan peribadi lain seperti wang perbelanjaan dan lain- lain…
Oh ye handphone semestinya dibawa..

Akhirya pada waktu dan hari ditetapkan aku pun sampailah ke destinasi
memang seronok..selama  5 hari 4 malam..pasti macam-macam aktiviti menyeronokkkan..bersama rakan-rakan
Hati dah seronok..gembira..excited…apalagi..mesti ingin mengkhabarkan yang anda telah sampai kepada yang tersayang..atau mungkin dengan ibu ayah..

Tut ..tut..tut..tut..tuuuuut  

alamak!
“Takde coverage la..line takde..satu bar pun takde..bar bateri adalah full…aduh..
Dalam hutan memang susah nak dapat coverage”…

Maka berlalulah hari pertama…tanpa menghubungi  orang-orang penting yang selalu contact..tidak dapat dengar suara kekasih..sms pun tiada..kebiasaannya bangun pagi “good morning” nak tido malam
“good nite”….

2nd day…perh jiwa semakin kacau..

3rd day..arrrhhh..bosannya…

4th & 5th tak perlu cakap…segalanya serabut..insan penting tiada khabar…rindu???

Semestinya…..kata “mat saleh melayu”..i miss you like crazy…

Begitulah respons semulajadi kebanyakan orang bila hilang atau terputus contact dengan orang yang hari2 kita tengok,hari2 kita bersua mata,bergurau,makan bersama,bersembang dengan orang yg ada hubungan jiwa..a.k.a(also known as) kekasih ..mungkin juga isteri atau tunang…
Kalau pasangan bercinta(reminder-haram) sms satu hari berpuluh,calling bole layan sampai kesubuh..

Bila direnungkan…Agak-agaknya adakah  reaksi yang sama berlaku pada diri,pada jiwa bila membandingkan hubungan kita dengan Allah s.w.t???

Gelisah bila lambat"bertemu"?? …serba tak sempurna hari2 yang dilalui..

Datang Rinduuuu sangat..feeling yang macam tuh ada ke saya??

Adakah ia terputus dari "merasa berhubungan" disebabkan hal2 dunia..

Hal2 keluarga…

Hal kerja..

Terlepas waktu…”takpe la nak buat macammana..tidur terbabas,bukan sengaja.” Ucapnya bersahaja..

“tak sempat nie kalau solat sekarang,kita solat  nanti la ye”

macam2 gaya ucapan yang tidak berbaur Cinta pada “kekasih”… kenapa???

mungkinkah hakikat cinta haqiqi kita terlupa..

atau sibuknya dunia atas kehidupan kita menjadikan ibadat ialah tuntutan yang tidak berbekas dijiwa.
bukan medium membenih “cinta”..

Adakah cintanya saya pada Allah seperti cinta seorang kekasih??
Adakah rindu saya pada Allah seperti rindu seorang kekasih??
Atau mungkin hati saya tidak pernah tersentuh bila tidak dapat solat pada waktu..
Tiada kemanisan rindu untuk membaca ayat-ayat2 cinta Allah yang ada  114surah…

"Ya Allah, Engkau adalah Rabb ku,
Tiada tuhan selain Engkau,
Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu,
Dan aku berada dalam perjanjian denganMu,
Ikrar kepadaMu,
Yang akan aku laksanakan dengan segala kemampuan ku,
Dan aku berlindung padaMu dari segala kejahatanyang telah aku lakukan,
Aku mengakui sebenar-benarnya akan nikmatMu kepadaku.
Dan aku mengakui dosa-dosaku,
Maka ampunilah aku
Kerana tidak ada yang boleh mengampuni dosa-dosa,
Kecuali Engkau"
 ياالله
(terjemahan Sai’dul Istigfar)

Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 3556.
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fadhl memberitahukan kepada kami dari Muhammad bin Said Al Anshad dari Abdillah bin Rabi'ah Ad Damasyqiy berkata: Aidullah Abu Idris Al Khaukni menceritakan kepada kami dari Abi Darda' berkata: Rasulullah SAW bersabda "Termasuk doa Nabi Dawud adalah Dia membaca doa: (Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada Mu untuk mencintai Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai Mu dan amal perbuatan yang menyebabkan aku mencintai Mu. Wahai Allah jadikanlah cintaku kepada Mu lebih aku cintai dari pada diri ku sendiri dan keluargaku dan air yang dingin). Abud Darda' berkata: "Rasulullah SAW jika menyebut Nabi Dawud menceritakan tentangnya, beliau bersabda: "Dia adalah paling banyak ibadah di antara manusia pada zamannya."
(hasan gharib).



نور غزنان بن مزلن

  

Isnin, 4 Oktober 2010

Siapakah Hanzalah???

Handzalah - Lirik Lagu Rabbani

Relakanlah perpisahan kita ini
Iringailah pemergian daku nnti
Dengan doa yang tidak berhenti
Moga Islam terus berdiri

Usapilah genang airmata kasih
Senyuamanmu penguat semangat daku
Andai kita tak jumpa lagi
Ku semai cintamu di syurga

Bepisahlah dua jiwa
Meninggalkan kuntum cinta
Mekar di istama taqwa
Menyahut panggilan Allah

Dengan nama Mu Allah yang Maha Gagah
Langkah ku atur pasrah daku berserah
Menangkanlah kaum Muslilin
Hancurkanlah kaum musyrikin

Demi Islam ditegakkan

Hanzalah pergi ke medan jihad
Bersama dengan para sahabat
Bertempur hebat penuh semangat
Sehingga dia syahid akhirnya

Turunlah Malaikat ke bumi
Mandikan jasadnya simpati
Sucilah jasadnya mewangi
Diarak rohnya ke firdausi

Hening malam menyaksikan
Korban cinta dua insan
Baru diijab kabulkan
Rela menyahut seruan
Demi islam ditegakkan
Jihad menjadi pilihan

Hanzalah pergi ke medan jihad
Bersama dengan para sahabat
Bertempur hebat penuh semangat
Sehingga dia syahid akhirnya

Turunlah Malaikat ke bumi
Mandikan jasadnya simpati
Sucilah jasadnya mewangi
Diarak rohnya ke firdausi

Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah SAW yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabie. Ketika peperangan Uhud meletus beliau baru saja dinikahkan. Oleh karena itu Rasulullah mengecualikan beliau dari turut serta ke medan peperangan. Inilah cara Rasulullah untuk merayakan kebahagiaan sahabat baginda.

Namun ketika Hanzalah terjaga dari tidurnya, beliau mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali.
Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebatdan dalam keadaan terlalu genting.

Tanpa membuang waktu lagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur
tanpa sempat mandi junub.

Maka terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah
menyerang  dari belakang. Akhirnya Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub.

maka Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat seperti mana tercantum dalam sabdanya:
“Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”

Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. 
Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun.
Sungguh beruntung Hanzalah mendapat layanan yang begitu istimewa dari malaikat. Tidak pernah terjadi dalam sejarah seorang syahid dimandikan dengan cara yang luarbiasa ini. 

Malahan matinya sebagai syuhada
menjadikan ia sebagai penghuni syurga tanpa dihisab.

صبحن الله , inilah dia jiwa yang cintakan الدين الله (agama Allah)..berjuanglah kerana agama Allah sahabat,sekalipun tidak dimedan perang tapi berjuang dalam kehidupan sebagai khalifah Allah,wakil Allah untuk mentadbir alam dengan amanah yg diberi...berusaha berjuang menjadi anak yang soleh dan solehah,berusaha berjuang menjadi suami isteri yang bercinta kerana Allah,berjuang setiap hal kerana mencari reda dan cinta Allah...

Penuhi jiwamu dengan Cinta dan Kasih pada 
 الله الرحمن الرحيم & محمد صلي الله عليه وسلم





نور غزنان بن مزلن

Selasa, 28 September 2010

Pelihara Aurat bukan sekadar menjaga

 
30. Katakanlah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki Yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; Sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuannya tentang apa Yang mereka kerjakan.
31. dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya.


Halal dan haram Islam(الحلال والحرام في الاسلام)
Oleh:SyekhMuhammadYusufQardhawi
Alihbahasa:H.Mu'ammalHamidy
Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

Aurat Perempuan
....kita tahu bahwa semua bagian tubuh yang tidak boleh dinampakkan, adalah aurat. Oleh karena itu dia harus menutupinya dan haram dibuka.
  • Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, yaitu seluruh badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Demikian menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Karena dibolehkannya membuka kedua anggota tersebut --seperti kata ar-Razi-- adalah karena ada suatu kepentingan untuk bekerja, mengambil dan memberi. Oleh karena itu orang perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi rukhsah untuk membuka anggota yang biasa terbuka dan mengharuskan dibuka, justru syariat Islam adalah suatu syariat yang toleran.
  • Ar-Razi selanjutnya berkata: "Oleh karena membuka muka dan kedua tapak tangan itu hampir suatu keharusan, maka tidak salah kalau para ulama juga bersepakat, bahwa kedua anggota tersebut bukan aurat."
  • Allah memerintahkan kepada perempuan-perempuan mu'minah hendaknya mereka itu memakai jilbab ketika keluar rumah, supaya berbeda dengan perempuan-perempuan kafir dan perempuan-perempuan lacur. Untuk itu pula Allah perintahkan kepada Nabi-Nya supaya menyampaikan pengumuman Allah ini kepada ummatnya; yang berbunyi sebagai berikut:
"Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu." (al-Ahzab: 59)
  • Jilbab, yaitu pakaian yang lebarnya semacam baju kurung untuk dipakai perempuan guna menutupi badannya.Sebagian perempuan jahiliah apabila keluar rumah, mereka menampakkan sebagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan mu'minah untuk menghulurkan jilbabnya itu sehingga sedikitpun bahagian-bahagian tubuhnya yang biasa membawa  kepada fitnah itu tidak kelihatan. Dengan demikian secara lahiriah mereka itu dikenal sebagai wanita yang terpelihara (afifah) yang tidak mungkin diganggu oleh orang-orang yang fasik atau orang-orang munafik.
Melindungi Wanita
  • Jadi jelasnya, bahwa ayat tersebut memberikan illah (alasan) perintahnya itu karena khuatir perempuan-perempuan muslimah itu diganggu oleh orang-orang fasik dan menjadi perhatian orang-orang yang suka mengganggu, sebab perempuan yang suka menampakkan perhiasannya, yang berjalan dengan penuh bergaya (in action) dan bicaranya dibuat-buat, sering membuat perhatian orang laki-laki dan membikin sasaran orang-orang.
Ini sejajar firman Allah yang mengatakan:
"Janganlah perempuan-perempuan itu berlaku lemah dengan perkataannya, sebab akan menaruh harapan orang yang dalam hatinya ada penyakit." (al-Ahzab: 32)

  • Islam memperkeras persoalan menutup aurat dan menjaga perempuan muslimah. Hanya sedikit sekali perempuan diberinya rukhsah (keringanan), misalnya perempuan-perempuan yang sudah tua.
Firman Allah:
"Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." (an-Nur: 60)


Al-Quran memberikan batas rukhsah ini dengan kata: tidak menampak-nampakkan perhiasannya, yakni tidak bermaksud menanggalkan pakaiannya itu untuk menunjuk-nunjukkan. Akan tetapi kelonggaran ini diberikan jika memang mereka itu memerlukan.
Berdasar rukhsah ini, maka kiranya yang lebih afdhal dan lebih baik hendaknya mereka tetap menjaga diri dengan selalu mengenakan pakaian-pakaian tersebut, untuk mencari kesempurnaan dan supaya terhindar dari segala syubhat. Karena itu Allah mengatakan dan kalau mereka itu menjaga diri adalah lebih baik bagi mereka.


Beberapa Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj
Yang mengeluarkan seorang perempuan muslimah dari batas tabarruj yang selanjutnya disebut kesopanan Islam, yaitu hendaknya dia dapat menepati hal-hal sebagai berikut:
  • Ghadh-dhul Bashar (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: "Katakanlah kepada orang-orang mu'min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya."
  • Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung membeli belah, ruangan-ruangan kuliah, Ipta/s, public tranports dan sebagainya di zaman kita sekarang ini. Sebab Ma'qil bin Yasar meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:
"Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah dipercayai)
  

Pakaiannya harus selaras dengan tata kesopanan Islam. Sedang pakaian menurut tata kesopanan Islam, yaitu terdapatnya sifat-sifat sebagai berikut: 
  • Harus menutup semua badan, selain yang memang telah dikecualikan oleh al-Quran dalam firmannya iaitu muka dan dua tapak tangan.
  • Tidak tipis dan tidak membentuk badan sehingga tampak kulit. Sebab sesuai apa yang dikatakan Nabi:
"Sesungguhnya termasuk ahli neraka, yaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Muslim)

Beberapa orang perempuan dari Bani Tamim masuk rumah Aisyah, dengan berpakaian yang sangat tipis, kemudian Aisyah berkata: "Kalau kamu sebagai orang mu'min, maka bukan ini macamnya pakaian orang-orang perempuan mu'min itu." (Riwayat Thabarani dan lain-lain). 

Ada pula seorang perempuan yang baru saja menjadi pengantin, dia memakai kudung yang sangat tipis sekali, maka kata Aisyah kepadanya: "Perempuan yang memakai kudung seperti ini berarti tidak beriman dengan surah an-Nur."

  • Tidak bermaksud untuk menarik perhatian orang laki-laki supaya mereka mengetahui apa yang disembunyikan baik dengan bau-bauan ataupun dengan bunyi-bunyian. Untuk itu Allah berfirman:
"Janganlah perempuan-perempuan itu memukul-mukulkan kakinya di tanah supaya diketahui apa yang mereka sembunyikan dari perhiasan mereka." (an-Nur: 31)
Perempuan-perempuan jahiliah dahulu kalau berjalan di hadapan laki-laki, mereka pukul-pukulkan kakinya supaya terdengar suara gelang kakinya. Untuk itu maka al-Quran melarangnya, karena hal tersebut dapat membangkitkan khayal laki-laki yang bergelora syahwatnya, dan cukup menunjukkan niat jahatnya perempuan-perempuan supaya diperhatikan oleh laki-laki. Yang sama dalam hal ini ialah perempuan yang suka memakai aneka macam wangi-wangian yang cukup dapat membangkitkan syahwat dan menarik perhatian laki-laki. 

Maka bersabdalah Nabi:
"Perempuan apabila memakai wangi-wangian, kemudian berjalan melalui suatu majlis (laki-laki), maka berarti dia itu begini -yakni: perempuan lacur." (Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan ia berkata: hasan sahih. Yang semakna dengan ini diriwayatkan juga oleh Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim)

Kebenaran Keluar Rumah
Dari keterangan-keterangan di atas dapat kita ketahui, bahwa Islam tidak mengharuskan seorang perempuan muslimah(seperti yang biasa dituduh) selamanya dipenjara dalam rumah, tidak boleh keluar kecuali ke kubur (sampai mati). Tetapi Islam membolehkan seorang perempuan muslimah keluar rumah untuk pergi bersembahyang, mencari ilmu, melaksanakan keperluannya dan setiap tujuan agama atau duniawi yang dibenarkan, seperti yang biasa dilakukan oleh isteri-isteri sahabat dan berikutnya, padahal mereka itu sebaik-baik kurun (abad).

Di antara mereka ada yang keluar ikut dalam peperangan bersama Rasulullah, dengan para khulafa' dan panglima-panglima perang lainnya. Bahkan Rasulullah s.a.w. sendiri pernah berkata kepada salah seorang isterinya, yaitu Saudah sebagai berikut:
"Sungguh Allah telah mengizinkan kamu keluar rumah untuk urusan-urusanmu." (Riwayat Bukhari)
Dan sabdanya pula:
"Apabila salah seorang isterimu minta izin untuk pergi ke masjid, maka jangan halang-halangi dia." (Riwayat Bukhari)

Dan dalam hadisnya yang lain pula, ia bersabda:
"Jangan kamu halang-halangi hamba Allah yang perempuan itu untuk pergi ke masjid-masjid Allah." (Riwayat Muslim)

Sebagian ulama yang ekstrimis menganggap, bahwa perempuan samasekali tidak boleh melihat anggota laki-laki yang manapun. Mereka membawakan dalil hadis yang diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda: "pakailah tabir". Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata: "Dia (Ibnu Ummi Maktum) itu buta!" Maka jawab Nabi: "Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?"
Tetapi dari kalangan ahli tahqiq (orang-orang yang ahli dalam penyelidikannya terhadap suatu hadis/pendapat) mengatakan: hadis ini tidak sah menurut ahli-ahli hadis, karena Nabhan yang meriwayatkan Hadis ini salah seorang yang perkataannya tidak dapat diterima.

Kalau ditakdirkan hadis ini sahih, adalah suatu sikap kerasnya Nabi kepada isteri-isterinya karena kemuliaan mereka, sebagaimana beliau bersikap keras dalam persoalan hijab. Seperti apa yang diisyaratkan oleh Abu Daud dan lain-lain:Dengan demikian tinggal satu hadis sahih yang berbunyi sebagai berikut:
"Rasulullah s.a.w. pernah menyuruh Fatimah binti Qais supaya menghabiskan iddahnya di rumah Ummu Syarik. Tetapi kemudian menyusuli perkataan: Dia (Ummu Syarik) adalah seorang perempuan yang disibukkan oleh urusan sahabat-sahabatku, justru itu beriddah sajalah kamu di rumah Ibnu Ummi Maktum karena dia itu seorang laki-laki buta, kamu lepas pakaianmu tetapi dia tidak melihatmu." (Tafsir Qurthubi, juz 1-2:228)

Secara kesimpulan dari kenyatan hujjah-hujjah Dr Yusuf Al-Qardhawi, yg telah sy edit sedikit dengan kesuaian pemahaman bahasa melayu kita,sy cuba dapatkan shortlist sebagai panduan ringkas kaum hawa khasnya dan kaum lelaki yg menjadi abang,suami,ayah,sepupu mahupun yg tiada pertalian darah.

1. Menutupi had aurat yang sudah ditetapkan.

Jumhur ulama bersepakat mengatakan aurat bagi wanita baligh ialah seluruh tubuhnya kecuali muka dan tapak tangan. Oleh itu, mereka wajib menutup aurat daripada dilihat oleh lelaki ajnabi (bukan mahram).

Allah berfirman yang bermaksud: "Dan hendaklah mereka (wanita) menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka." (Surah al-Nur, ayat 31)

Firman Allah lagi yang bermaksud: "Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (ketika mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Surah al-Ahzab, ayat 59).

Ayat itu Allah memerintahkan supaya Nabi Muhammad SAW menyuruh isteri Baginda
mengenakan pakaian yang menutup aurat. Suruhan itu juga ditujukan kepada semua wanita beriman.

2. Pakaian yang longgar.

Tujuan utama wanita diwajibkan menutup aurat ialah untuk mengelakkan daripada lelaki ajnabi melihat tubuh badannya dan mengelakkan daripada berlakunya fitnah. Oleh itu, pakaian yang ketat walaupun tebal sudah pasti akan menampakkan bentuk tubuh badan. Wanita yang memakai pakaian ketat walaupun menutupi seluruh tubuh masih belum memenuhi tuntutan
menutup aurat seperti dikehendaki syarak.

Syarat ini berdasarkan kepada kata Dahiyyah bin Khalifah al-Kalbi yang bermaksud:
"Rasulullah SAW didatangi dengan beberapa helai kain 'qubtiyyah' (sejenis kain yang nipis buatan Mesir), lalu Baginda berkata: "Bahagikan kain ini kepada dua, satu daripadanya dibuat baju dan bakinya berikan kepada isterimu." Apabila aku berpaling untuk beredar Baginda berkata: "Dan suruhlah isterimu meletakkan kain lain di bawahnya (supaya tidak nampak bentuk tubuhnya)."

Menurut Ibn Rusyd, 'qubtiyyah' ialah pakaian yang tebal tetapi melekat pada badan kerana ianya ketat dan menampakkan bentuk tubuh pemakainya. Oleh itu, Rasulullah SAW menyuruh Dahiyyah menyuruh isterinya melapik pakaian itu dengan kain lain supaya tidak menampakkan bentuk tubuhnya.

3. Pakaian yang tidak jarang.

Syarak menetapkan pakaian wanita mestilah tidak jarang sehingga menampakkan bentuk tubuh atau warna kulitnya. Aisyah meriwayatkan bahawa saudaranya, Asma, pernah masuk ke rumah Rasulullah SAW dengan berpakaian tipis sehingga nampak kulitnya. Rasulullah SAW berpaling dan mengatakan: "Hai Asma, sesungguhnya seorang perempuan bila sudah datang waktu haid, tidak patut diperlihatkan tubuhnya itu, melainkan ini dan ini sambil ia menunjuk muka dan kedua telapak tangannya."

Teguran Rasulullah SAW terhadap Asma jelas menunjukkan bahawa pakaian yang jarang tidak memenuhi syarat menutup aurat bagi wanita baligh.

4. Bukan pakaian yang menarik perhatian (pakaian syuhrah).

Apa yang dimaksudkan pakaian untuk bermegah ialah pakaian yang berlainan daripada pakaian orang lain sama ada dari segi warna, fesyen atau potongan sehinggakan menarik perhatian orang lain serta menimbulkan rasa bongkak pada pemakainya.

Ibn Umar meriwayatkan daripada Nabi SAW bahawa Baginda bersabda yang bermaksud:
"Barang siapa yang memakai pakaian bermegah-megah maka Allah Taala akan memakaikannya dengan pakaian yang serupa pada hari kiamat kelak kemudian ia akan dijilat api neraka."


5 Tidak Menyerupai pakaian lelaki atau org kafir


Pakaian yang menutup tubuh badan tidak dikira sebagai memenuhi ciri pakaian Islam jika menyerupai pakaian orang kafir. Ia berdasarkan hadis Rasulullah SAW seperti diriwayatkan Ibn Abbas: "Rasulullah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki."

Larangan menyerupai pakaian orang bukan Islam ini atas alasan ia boleh menjatuhkan martabat Islam dan penganutnya.
 
 
6. Tiada unsur tabarruj
 
Tabarruj dalam bahasa mudah boleh diertikan sebagai bersolek. Ada juga yang mengatakan tabarruj ialah melepaskan tudung kepalanya tetapi tidak mengikat/mengetatka nnya, lalu terlihatlah rantai leher, anting-anting dan lehernya. Kesimpulannya tabarruj ialah memperlihatkan keelokan, kecantikannya yang sepatutnya wajib ditutup,
cara berpakaian atau perbuatan berhias secara berlebih-lebihan yang boleh menarik perhatian yg tidak mengikut garis panduan syariat.

Larangan ini berdasarkan kepada firman Allah yang bermaksud: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang jahiliah dulu ." (Surah al-Ahzab, ayat 33)



Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2004.
Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum kelihatan olehku. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi. yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-Wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (kerana pakaiannya terlalu mini, terlalu nipis atau tembus pandang, terlalu ketat atau pakaian yang merangsang pria kerana sebahagian auratnya terbuka), dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk syurga, bahkan tidak dapat mencium bau syurga. Padahal bau syurga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh."
Ramai yang bertanya adakah hadis ini sabit dengan perempuan yang memakai tudung sanggul tinggi.Jawapannya ya benar, kerana sanggul yang tinggi jadi haram bila menarik perhatian,jika ia mendatangkan syahwat lelaki ajnabi yg memandang seperti tudung fesyen yang memerlukan sanggul kepala tinggi samada sanggul itu rambut asli atau sanggul palsu hukumnya sama. 

Perbuatan ini samalah dengan tabarruj memperlihatkan perhiasan&menarik perhatian kerana yang memandang dpt membayangkan banyaknya rambut/panjang si perempuan.Seelok rendahkan sanggulnnya.Sanggul biasa dibelakang tidak termasuk dalam hadis ini

Sememangnya terlalu banyak keterangan yang nyata dari dalil naqli(Quran&Sunnah) yang sama sekali tidak boleh dipinda seperti kenyataan mana2 badan NGO atau persendirian tentang  "hak peribadi dalam berpakaian" yang terang-terangan keluar dari landasan Quran & Sunnah. الله يهدي عليك semoga Allah memberi hidayah pd mereka

Semoga Allah memaafkan saya dengan kelemahan yang ada dalam artikel ini.  اللهم اغفرلي يا الله

credit:editorial majalah solusi,blogger Tinta Islam,several references i couldn't name it here.
بركا لله عليكم وخزاكم الله خيرا خزأ

Asal Perbuatan Baik Dan Jahat Kita

Hari-hari yg berlalu mesti ada sepalit dosa aku kotorkan dalam hati. Atau mungkin lebih dari sepalit. Bergantang,berbakul atau selaut sekali pun yang pasti sebagai manusia yang kerdil dimata Allah,dengan iman senipis kulit bawang memang aku tidak dapat lari dari perkara itu.BAik dosa besar atau sekecil2 dosa.


اللهم اغفرلي الذونوبي يا الله YaTuhanku ampuni dosa2Ku Ya Allah.

Pernahkah kita terfikir siapa yang menjadikan kita berbuat hal2 dosa ini. Kalau yang baik datangnya dari Allah,yang tidak baik itu dari Allah s.w.t juga ke???? Jadi persoalan pulak..

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ
As-safat 96. "Padahal Allah Yang mencipta kamu dan benda-benda Yang kamu buat itu!"

Difahamkan dari ayat ini,hujah mengatakan segala perbuatan manusia termasuk tutur katanya adalah daripada Allah jua. Dan lagi hujah mengatakan setiap yang berlaku itu adalah ciptaan Allah melalui surah dibawah


بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَمۡ تَكُن لَّهُ ۥ صَـٰحِبَةٌ۬‌ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىۡءٍ۬‌ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬
Al-an'am:101. (Dia lah) Yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimanakah ia mempunyai anak sedang ia tidak mempunyai isteri? ia pula Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Maha mengetahui akan segala-galanya.

Maka disini lah dia kita sebagai manusia kena memahami dengan baik asal perbuatan baik atau jahat itu jua adalah diatas izin Allah, sebagai menjaga adab kita ini makhluk dan hamba kepada Allah Yang Memiliki sekelian alam serta isinya JANGAN sesekali mengaitkan perbatan munkar dan maksiat kita dengan Allah. Seperti diterangkan didalam Kitab Furu’ Al-Masail Wal Usul Al-wasail


“Sesungguhnya segala perbuatan hamba itu adalah makhluk bagi Allah kerana Allah itu bersifat WUJUD iaitu ada dan DIA yang mengadakan sesuatu(yang asalnya)daripada tiada”
“adapun segala perbuatan yang munkar,walaupun dianggap sebagai makhluk bagi Allah tetapi tidak seharusnya dikaitkan dengan Allah s.w.t. Demi menjaga perADABan, jangan sekali-kali mengatakan bahawa segaka yang keji dan munkar serta setiap yang kufur itu adalah kehendak Allah s.w.t atau dengan mengatakan bahwa Allah s.w.t yang menentukan segala-galanya
”


Kita ini dikurniakan tool yang tidak ternilai iaitu AKAL untuk memilih suatu yang baik atau buruk,suatu yang berguna atau tidak dalam meniti perjuangan kehidupan yang penuh dengan ujian KETAATAN kepadaNya. Gunakan akal memilih suatu yang boleh menyelamatkan dari bakaran api neraka dan yang ada kemaslahatan dari memilih suatu yang sifatnya seronok sementara sengsara dineraka.
Oleh yang demikian dalam memurnikan jiwa hamba kita dan menjadikan kita ada tempat disisi Allah s.w.t, sentiasalah meyakini amal munkar itu hasilnya dari diri kita yang enggan memilih landasan agama Allah. Kerana tertipu dengan indahnya dunia oleh nafsu yang buta dengan azab Allah.Memang benar

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. Hadis Nombor 1744.
“Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. berkata: '"Neraka dilingkari oleh hal-hal yang menarik hawa nafsu, sedangkan syurga dilingkari hal-hal yang tidak disenangi."
 
Wallahu’alam 

نور غزنان بن مزلن



Rujukan
فروع المسأل واصول الوسأل-bahagian persoalan iman bab1
 صحيح البخري

Ahad, 26 September 2010

Cintaku abadi....hanya padaMu


Cinta itu indah,suatu perkara yg tidak tergambar pada bahasa. Lahirnya membuah bahagia kerana itu lah hakikat sebuah cinta. Cinta pada Allah,pada rasulullah. Tapi manusia seakan terlupa dengan hakikat cinta yang sebenar. Mereka menjaja disana sini cinta keksih yg hanyut kerinduan,cinta yg konon boleh menjadi racun bila tak kesampaian,adalah sibijak sastera pula memberi falsafag "cinta itu membunuh".

Allah jadikan segala pelusuk alam dgn isinya(makhluk&malaikat) dgn Rahmatnya yg Maha Agung,dengan kasih dan sayang yg tiada mampu kita membalas melainkan dengan taat setia menyerah 'cinta' itu pada yg berhak.
Tapi mengapa masih ramai lagi mengejar cinta palsu dengan makhluk tanpa bertunjang Cinta Allah.

Adkah kebahagian itu terletak pada cinta makhluk semata?
atau cinta makhluk itu sendiri tersangat bergantung pada Cintanya kita pada Sang Pcinta yg Agung itu sendiri?



Mahabbah
Album : Mahabbah
Munsyid : Rabbani
http://liriknasyid.com


Cinta menuju jalan Illahi
Cinta haqiqi yang amat suci
Tenang terasa...rindu padaNya
Bila mendapat siraman hidayah

Lisan bertasbih...berzikir dengan ma'arifah
Taubat menyusul memohon maaf padaNya
Menyesali...menyesal...menyesal
atas dosa-dosa

Jiwa insani hidup bernadi
Tulus sejernih embun syurgawi
Saat melakar cinta sejati
Allah disembah sering diingati

Rela diuji asalkan kasih bersemi
Biarlah derita pengubat kasih sayangNya
Itulah...Tajalli...cintakan Allah
Mahabbah...Mahabbah...Mahabbatullah

Kesunyian jiwa...kegersangan iman...
Kehilangan bahagia...sesat di persimpangan
Pengajaran bayangan seksa dunia

Kembali...kembali...kembalilah...
pada Allah
Carilah...carilah...carilah...
CintaNya

Rela diuji asalkan kasih bersemi
Biarlah derita pengubat kasih sayangNya
Itulah...Tajalli...cintakan Allah
Kembali...kembali...kembalilah...pada Allah
Mahabbah...Mahabbah...Mahabbatullah



نور غزنان بن مزلن